Rilis 22 Desember 2017, Film DILAN Siap Bikin Baper Fans

Sudah sejak satu dekade lalu sebetulnya konsep novel diangkat menjadi film ramai-ramai dibuat oleh senias Indonesia. Namun jika kembali memundurkan sejarah, sejatinya film fenomenal G30S/PKI juga berdasarkan buku. Tak heran jika mayoritas film yang diadaptasi dari buku atau novel akan meraih kesuksesan.

 

Sebut saja seperti EIFFEL I’M IN LOVE, JOMBLO, AYAT-AYAT CINTA, LASKAR PELANGI hingga 5CM yang kesemuanya merupakan film blockbuster yang berdasarkan novel. Menyadari jika film adaptasi novel laris manis, Falcon dan Maxima Pictures pun mengambil langkah tepat dengan membeli hak cipta novel cinta remaja, Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Tak butuh waktu lama, film DILAN kabarnya akan rilis akhir tahun ini.

 

Jajaran Cast Sempat Pro-Kontra

 

Menjadi rahasia umum jika sebuah film diangkat dari novel pasti akan membuat fans berat novel kadang tak terima dengan pemilihan pemerannya. Hal itu juga yang dialami film arahan Fajar Bustomi ini. Para pembaca novel tentunya akan punya penggambaran tersendiri akan karakter Dilan, sang ketua geng motor Poker88 yang nakal, cuek, cerdas nan romantis itu. Begitu pula dengan tokoh Milea, kekasih Dilan yang cantik jelita dan sedikit manja.

 

Setelah banyaknya spekulasi dan aksi saling duga-menduga, 17 Juli 2017 lalu film DILAN akhirnya merilis lengkap daftar pemain mereka. Dan karakter Dilan yang bak sosok Rangga tengil itu jatuh kepada member boyband CJR, sang idola generasi Z, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan. Sementara Vanesha Prescilla yang merupakan adik bungsu aktris Sissy Priscillia didapuk untuk menjadi Milea.

 

Pemilihan Iqbaal bahkan sempat membuat banyak fans novelnya kecewa berat. Banyak yang menilai jika aktor-aktor lain jauh lebih cocok menjadi Dilan seperti Adipati Dolken hingga Jefri Nichol, bukannya Iqbaal.Imej Iqbaal sebagai member boyband yang sangat bertolak belakang dengan Dilan si anak motor yang badung dianggap sebagai penyebab utama keengganan banyak fans. Namun Pidi muncul di tengah banyaknya kontroversi itu dan menjelaskan bahwa dia percaya sepenuhnya pada Iqbaal.

 

Selain Iqbaal serta Vanesha, beberapa selebritis muda lain yang dipastikan tampil adalah Gusti Rayhan (Akew), Giulio Parengkuan (Anhar), Yoriko Angeline (Wati), Zulfa Maharani (Rani), Stefhanie Zamora (Susi), Debo Idola Cilik (Nandan) danOmara Esteghal (Piyan). Serta dua aktor tampan Brandon Salim dan Refal Hady yang akan menjadi Beni serta Kang Adi, dua pria yang sama-sama mencintai Milea dan akan bersaing dengan Dilan.

 

Rilis di Tanggal Jadian Dilan-Milea

 

Satu minggu setelah merilis jajaran pemain, DILAN resmi memulai syuting pada 26 Juli kemarin di Bandung. Karena setting cerita adalah Bandung tahun 1990-an, Fajar kepada Bintang menyebutkan jika untuk kebutuhan syuting, teknologi CGI digunakan.

 

“Kita rencananya di Bandung akan kembalikan ke set tahun 1990. Ada beberapa bagian kita bantu dengan CGI baik arsitekturnya, mobilnya juga demikian hingga motornya kita set seperti tahun 1990-an. Enggak semua sih, tapi ada beberapa tempat. Nanti beda novel dan filmnya juga cuma sedikit sekali, cuma kurangin dialog yang bikin lama durasi aja. Pidi sebagai supervisor membantu kita mana yang perlu dan tidak dimasukkan ke scene film DILAN,” ungkap Fajar panjang lebar.

 

Sementara itu untuk tanggal rilisnya, sang penulis sempat membocorkan di Twitter jika DILAN bakal tayang pada 22 Desember 2017. Tanggal yang tepat karena dalam novel, itu adalah tanggal di mana Dilan dan Milea resmi berpacaran.

Putra dan Putri Terbaik Indonesia yang Ada di balik layar Efek Visual Hollywood

Adanya gedung-gedung tinggi dan rumah-rumah yang runtuh, kota yang porak poranda akibat serangan monster, serbuan makhluk asing di bumi, pertarungan superhero yang menyebabkan kota berantakan dalam sekejap atau superhero yang terbang ke angkasa adalah sedikit efek visual yang bisa membuat kita semua melongo takjub. Film-film Hollywood memang acap kali menampilkan efek visual seperti ini. dan untuk Indonesia, memang belum bisa menciptakan efek visual yang sebagus Hollywood karena keterbatasan dana. Namun jangan salah dulu, secara sumber dana memang kita belum mumpuni, namun secara sumber dana manusia, Indonesia tidak kalah luar biasa.

Memang di luar sana, terutama di industry film Hollywood banyak orang-orang lihai dalam bidang efek visual dalam film. Namun ada putra putri Indonesia yang terlibat di balik proses pengerjaan efek-efek visual tersebut. Siapa sajakah mereka?

  1. Denny Ertanto

Anak muda yang dipanggil Denny ini bekerja dalam bidang digital compositor. Ia bekerja menggabungkan cuplikan yang ada di video hasil syuting live action ke Computer Generated Imagery atau CGI. Yang diutamakan dalam pekerjaannya, adalah “memastikan sebuah adegan yang mana sudah diedit menjadi terlihat nyata, dan tak bisa dibedakan oleh mata mana yang asli mana yang editan.”

Pria yang lahir di Jakarta tahun 1989 ini pernah terlibat dalam sejumlah film Hollywood yang terkenal. Contohnya ia pernah mengerjakan visual efek dari War of the Planet of the Apes, A Monster Call, Fantastic Beast and Where to Find Them, Pan, Hugo, Cinderella, Into the Woods, dan The Martian. Saat ini ia juga tengah menggarap film lain namun sayang ia belum bisa membocorkannya sekarang.

Bahkan dalam mengerjakan proyek dengan box office Hollywood, ia mendapatkan banyak pengalaman judi bola dan juga cerita seru dan menantang. Contohnya saat mengerjakan Fantastic Beast, ia mendapatkan kesempatan menciptakan konsep beast dalam cerita itu.

  1. Samuel Ebijeser Simanjuntak

Sederet film blockbuster sudah pernah ditangani oleh pria yang kerap disapa dengan Sam ini. beberapa di antaranya adalah sebut saja Suicide Squad, Wonder Woman, X-Man Days of Future Past, X-Men Apocalypse, Cinderella, dan The Martian. Dan saat ini, ia sedang terlibat dalam pengerjaan film Murder of the Orient Express yang bakal dibintangi oleh aktor terkenal Jhonny Deep. Sama sendiri bekerja sebagai environmeny TD/artist yang mana tugasnya membuat lingkungan digital dengan computer.

Ia memberikan salah satu contohnya, di Wonder Woman, ia membuat pulau dan juga tebing yang ada di salah satu adegan di mana Gal Gadot berhadapan dengan tentara Jerman di sebuah pantai. Sesungguhnya, pulau dan tebing-tebing tersebut tidak lah ada di pantai aslinya.

  1. Faza Amaly Sulthon

Siapa yang tak bangga dengan sosok wanita Indonesia satu ini? ia bekerja sebagai compositor. Tugas pokoknya adalah menggabungkan seluruh elemen yang ada jadi satu dan juga menambahkan efek-efek visual sehingga di sana bisa terlihat seperti sangat nyata di mata. Misalnya saja menambahkan api, asap, atau batu jatuh dan juga lain sebagainya. Beberapa film yang pernah menjadi proyek garapannya adalah Wonder Woman, Pirates of the Carribean, X-Men Apocalypse, The Finest Hour, Ghost in the Shell, Jumanji dan The Mummy.

Nah, itulah ketiga putra dan putri Indonesia yang sangat membanggakan. Mereka ternyata ikut andil dalam keindahan dan kengerian film action Hollywood, ya? Semoga saja makin banyak yang bisa ikut jejak mereka dan bisa menularkan ilmunya untuk dibawa pulang ke Indonesia.

Teror Dari The Mummy

Aktor kawakan Tom Cruise kembali lagi ke layar lebar, melalui film terbarunya, The Mummy. Karya Sutradara Alex Kurtzman ini berdurasi 110 menit. Film ini menceritakan tentang Nick Morton (Tom Cruise) dan Jenny Halsey (Anabelle Wallis) yang melakukan penelitian di sebuah gurun di Afrika. Kemudian, mereka menemukan sarkofagus yang ternyata berisi mummy dari ratu Mesir kuno, Ahmanet. Tapi, Ahmanet yang diperankan oleh Sofia Boutella terbangun dengan membawa kemarahan sanadomino dan kebencian, karena dikhianati ketika hidupnya. Selanjutnya, dia akan melakukan terror-terror yang menyeramkan.

Sinopsis The Mummy

Cerita dibuka dengan prolog mengenai putri Ahmanet (Sofia Boutella). Awalnya putri Ahmanet merupakan calon pewaris tunggal dari kerajaan Mesir. Sampai suatu waktu, sang ayah, Pharaoh, memperoleh anak laki-laki dari istri keduanya dan ayahnya mengingkari janjinya. Tahta jatuh ke tangan saudara laki-lakinya.

Ahmanet tak tinggal diam, dipenuhi amarah akan pengkhianatan itu,dia membantai ketiganya dan bermaksud untuk melakukan perjanjian dengan Dewa Kematian Mesir, Set yang dapat melepaskan kegelapan di bumi. Tapi, ternyata ia malah tertangkap lebih dulu, dan dihukum dengan cara dikubur hidup-hidup. Ahmanet dikuburkan dalam sarkofagus selama ribuan tahun.

Di sisi lain cerita, kembali ke masa sekarang, ada Nick Morton (Tom Cruise) dan Chris Vail (Jake Johnson). Keduanya adalah tentara Amerika yang dikirim ke Irak, tapi malah lebih suka menjadi penjarah prasasti kuno. Mereka menemukan reruntuhan yang dikubur di gurun. Penggalian pun dilakukan oleh tim militer Amerika, di bawah pimpinan Inggris.

Ide buruk selalu datang ketika ingin mengusik reruntuhan kuno. Tapi mereka malah membawa sarkofagus itu dengan pesawat ke London untuk diteliti. Mereka tak mempedulikan hal aneh yang terjadi, seperti munculnya ribuan laba-lama sampai ratusan burung gagak yang menyerbu kokpit pilot. Malapetaka yang muncul di pesawat,membuat pesawat itu jatuh. Sementara itu, di London, akan ada tokoh bernama Dr Henry Jekyll (Russell Crowe). Di lain cerita, Ahmanet bangkit kembali, caranya adalah dengan menyedot nyawa dari orang hidup, dan orang tersebut akan menjadi zombie suruhannya.

The Mummy 2017 Tak Sebagus The Mummy 1999?

Para penonton setia The Mummy, pasti sudah tau kalau film dengan judul sama pernah ditayangkan di tahun 1999 dan diperankan oleh Brendan Fraser. Jika dibandingkan dengan The Mummy yang diperankan Tom Cruise ini memang karya tahun 1999 dinilai lebih apik. Sehingga tak sedikit yang beranggapan kalau film The Mummy (2017) ini dibuat ulang hanya untuk meraup pundi-pundi uang. Seperti yang diketahui The Mummy memang bagian dari Dark Universial, yang sedang digencarkan oleh pihak Universal.

Bahkan tak sedikit penonton yang merasa kecewa setelah menyaksikan filmnya. Karena saat melihat di trailer, nampak sangat mengagumkan dan menegangkan. Penonton dibawa pada keadaan yang sadis, ditambah dengan SFX yang bagus, dibumbui adegan menakutkan dan kekerasan, tapi ternyata tidak menyuguhkan sesuatu yang baru. Plotnya hanya berputar saja, yaitu mengusik sesuatu yang kuno dan jahat, kemudian muncul malapetaka – malapetaka dan tokoh utama lah yang diharuskan untuk menghentikannya.

Sekuens pertama pada film ini memang sangat seru. Hal itu terjadi saat pesawat terjun bebas, membuat Cruise dan Wallis melayang di udara. Penonton seperti dijanjikan akan menyaksikan film yang seru dan menyajikan petualangan mendebarkan. Tapi di adegan selanjutnya, ternyata film ini justru di luar ekpektasi para penikmatnya. Meskipun begitu, para penonton dapat menyaksikan dedikasi Tom Cruise yang sangat mengagumkan. Tak hanya kharismatik, tapi dia juga lucu.