Diduga Pencuri Pemuda Dipukuli Hingga Tewas

Satu lagi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang main hakim sendiri hingga korban meninggal dunia ialah Abi Qowi Suparto berusia 20 tahun diduga mencuri satu set vape seharga 1,6 juta rupiah dan harus dipersekusi hingga tewas. Sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong akibat mendapat pukulan disekujur tubuhnya, kabarnya jasad Qowi yang telah dikebumikan dibongkar oleh pihak aparat untuk mencari keterangan.

 

Kronologi kisah pemuda terduga pencuri vape yang tewas

Kejadian bermula saat Qowi datang kesebuah toko vape dikawasan Tebet Jakarta Selatan, 20/7/2017, di toko tersebut Qowi diduga membawa satu set vape seharga 1,6 juta namun tak melakukan pembayaran. Hal tersebut terekam oleh CCTV yang ada di toko tersebut. Tak terima dagangannya dicuri, pemilik toko (Fachmi Kurnia Firmansyah) berusia 39 tahun mengunggah foto Qowi melalui media sosial 27/7/2017.

 

Fachmi mengadakan sayembara jika dirinya akan memberi hadiah sebanyak 5 juta rupiah kepada siapa saja memberi informasi tentang Qowi. Ujar Nico (direktur Reserse kriminal umum polda metro komisaris besar polisi). Satu bulan setelah unggahan Fachmi tersebut 28/8/2017 karyawan Fachmi yaitu Rajasa Sri Herlambang (34) dan Aditya Putra Wiyanto (20) mengetahui kediaman Qowi.

 

Saat kejadian Qowi tengah berada di tempat warung makan di kawasan Karet Tanah Abang, Jakarta Pusat di bawa ke cabang toko milik Fachmi di Pecenongan Jakarta Pusat. Disitulah Fachmi dan 6 rekannya melakukan pengeroyokan kepada Qowi. Mereka melakukan pemukulan sambil mengintrogasi. Tutur Nico.

 

Akhirnya Qowi yang dikeroyok tak sadarkan diri hingga koma, merasa panik, Fachmi langsung menelpon orang tua dari Qowi memberitahukan jika anaknya tengah dalam keadaan kritis. Setelah memberitahukan kepada orang tuanya, Qowi langsung dijemput dan dibawa ke RS umum di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setelah itu, Qowi mendapat rujukan dari pihak RS untuk ke rumah sakit Tarakan, di rumah sakit tersebutlah Qowi di rawat hingga akhirnya harus meninggal dunia.

 

Orang tua pemuda diduga mencuri tak terima

Tidak terima anak mereka meninggal akibat dikeroyok, kemudian Orang tua Abi Qowi melaporkan kejadian yang dialami oleh anak mereka yang diduga dilakukan tindak pidana pembunuhan ataupun pengeroyorokan berencana yang dilakukan fachmi dan 6 rekan lainnya ke Polda Metro jaya 7/9/2017.

 

Empat jam usai laporan dari orang tua korban masuk ke Polda Metro Jaya, pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku yaitu Fahmi, Adit, Dimas dan Ando. Untuk Ando, dirinya sendiri yang telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, ujar Nico. Sedangkan Tiga pelaku pengeroyokan lainnya telah masuk ke dalam DPO (daftar pencarian orang) oleh polisi. Tapi seorang pelaku yang berinisial PA  juga turut melakukan pengeroyokan sudah di tangkap oleh pihak kepolisian 10/9/2017. Sehingga masih tersisa dua tersangka yang melakukan pengeroyokan kepada Abi Qowi yang masih menjadi DPO oleh kepolisian.

 

Pelaku pengeroyokan Abi Qowi akan dijerat dengan pasal 170 atau pasal 340 KUHP mengengai pengeroyokan atau pembunuhan berencana dan akan terancam minimal lima tahun kurungan penjara, sedangkan pihak kepolisian juga telah mengamankan beberapa barang bukti yang nantinya akan dijadikan bukti terjadinya sebuah pengeroyokan hingga mengakibatkan korban kehilangan nyawa, seperti satu tongkat besi, sepasang sepatu tactical, print out unggahan foto melalui media sosial, satu seluler yang gunakan merekam aksi pengeroyokan bandar togel sgp dan sejumlah pakaian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *