Saat Trump Menawarkan Solusi, Arab Makin Gencet Qatar

Negara-negara Teluk saat ini meningkatkan tekanannya kepada negara Qatar. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan juga emir Kuwait sedang bekerja guna mengakhiri perselisihan Arab yang akhirnya berujung pada pemblokiran Qatar di kancah pasar internasional. Saat ini Presiden AMerika Serikat yang sangat controversial itu sedang menawarkan bantuannya untuk Arab guna mengakhiri konflik. Dan kemungkinan lewat sebuah pertemuan di Gedung Putih, Uni Emirat Arab memutuskan jalur pos ke Qatar. Saat ini Bahrain juga menegaskan keinginan mereka untuk menjauhkan Doha dari Iran. Laporan ini diterima kemarin hari Kamis (8/6).

Pemutusan Hubungan Diplomatik Beberapa Negara

Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir serta sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik mereka dan juga transportasi dengan Doha pada awal minggu ini. mereka memiliki tudingan bahwa negara tersebut mendukung militant Islamis dan juga musuh bebuyutan di kawasan lain yakni Iran. Biasanya Qatar lebih menunjukkan sikap yang hati-hati namun kali ini negara itu jelas-jelas berang.

Seorang diplomat Qatar menegaskan, “Ini blokade seperti Berlin! Ini adalah sebuah deklarasai perang! Agresi politik, ekonomi dan juga sosial. Dunia harus mengecam mereka, para aggressor.”

Dengan sejumlah pasokan makanan, dan juga pasokan yang lainnya serta kebutuhan yang lainnya yang tentu saja terganggu, ada kekhawatiran atas gangguan politik yang saat ini tengah memuncak. Bank dan juga sejumlah perusahaan yang ada di Teluk Arab saat ini berusaha untuk mempertahankan hubungannya dengan Qatar dan juga mencegah untuk mengadakan sejumlah penjualan aset.

Turki sendiri sudah menwarkan sebuah bantuan pengerahan pasukan ke Qatar dan mereka juga berjanji akan menyediakan pasokan pangan untuk sekutunya itu. Sang Presiden, Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa langkah untuk mengisolasi Qatar ini tak akan menyelesaikan masalah apa pun.

Sementara itu, layanan pos nasional dari Emirates Post Group, UEA, menghentikan semua jasa pengiriman surat ke negara Qatar. Berita ini disampaikan oleh kantor berita WAM. Hal ini merupakan langkah terbaru mereka dalam bentuk memundurkan hubungan komersial dan juga komunikasi dengan Doba.

Hal serupa juga terjadi para kondisi perminyakan di Abu Dhabi. Otoritas Pelabuhan Minyak Abu Dhabi menjatuhkan kembali sebuah larangan untuk sejumlah kapal tanker sanadomino yang mana terkait dengan Qatar guna menghubungi pelabuhan di UEA. Mereka membatalkan kebijakan sebelumnya untuk meringankan larangan dan juga berpotensi untuk membuat kemacetan kargo.

Reaksi Donald Trump

Semula, Trump membela kelompok yang saat itu dipimpin oleh Arab Saudi sebelum sejumlah pejabat pertahanan Amerika Serikat kembali memuji Doha. Hal ini mengingat adanya pangkalan militer yang besar Amerika Serikat yang ada di Qatar yang mana tentu saja menjadi basis peluncuran serangan terhadap ISIS di Timur Tengah.

Dalam intervensi kedua pihak tersebut beberapa hari ini, Trump mendorong aksi yang digerakkan untuk melawan terorisme. Dan dari laporan dari Gedung Putih, dalam sebuah panggilan telepon dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani. Tidak hanya itu, Trump pun menyarankan sebuah pertemuan di Gedung Putih ‘apabila diperlukan’.

Pertemuan tersebut juga menyebut, dalam panggilan telepon dengan sang putra mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahayan, bahwa Trump menyerukan persatuan di antara negara Teluk. Namun ia menambahkan, “Tapi jangan sampai menghentikan upaya menumpas pendanaan ekstrimisme radikal ataupun mengalahkan terorisme.” Trump sendiri dinilai bergerak aktif dalam perseteruan negara-negara Teluk ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *